otak manusia tak ada batasnya.

ONE STEP CLOSER

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, January 4, 2014


Penularan Herpes Genitalis


Penularan herpes genitalis sangatlah mudah, yang paling umum ditularkan melalui kontak fisik dengan penderita penyakit herpes genitalis. Karena mudah menular, sebaiknya lakukan pencegahan herpes genitalis sebelum penyakit ini mengjangkiti kita dan keluarga. Salah satunya dengan tidak melakukan seks bebas sebagai jalan masuknya virus herpes simpleks.
Penularan Herpes GenitalisHerpes genitalis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 2. Penyakit herpes genital termasuk salah satu penyakit menular seksual yang paling umum di dunia. Penyakit ini ditularkan melalui kontak fisik dengan seseorang yang terinfeksi virus herpes simpleks tipe 2 atau disebut juga dengan HSV-2. Para penderita penyakit herpes genitalis ini biasanya setiap orang yang aktif secara seksual.
Meskipun penyakit herpes genitalis termasuk kategori penyakit menular seksual, namun penyakit ini tidak mengancam jiwa seperti halnya penyakit HIV. Walaupun begitu secara medis penyakit ini susah disembuhkan, karena saat ini belum ada obat medis yang dapat membunuh virus penyebab herpes gentalis. Namun pengobatan tradisional saat ini sudah bisa mengobati penyakit herpes genitalis, salah satunya adalah Pengobatan Tradisional Djamilah Najmuddin yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit herpes genitalis. Klaim ini diperkuat dengan adanya bukti laboratorium pasien yang sudah sembuh dari penyakitnya. Jadi jika Anda sudah mencoba mengobati penyakit herpes genitalis namun tidak membuahkan hasil, tidak ada salahnya mencoba pengobatan secara tradisional.
Gejala Herpes Genitalis
Gejala herpes genitalis seringkali berupa:
  • Gatal pada alat kelamin,
  • Timbulnya bercak merah pada kulit disekitar paha atau bokong
  • Kelelahan
  • Pusing Kepala
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri saat buang air kecil
Pada banyak kasus, para penderita herpes genitalis juga seringkali tidak memiliki gejala apapun. Sehingga ketika diketahui mempunyai penyakit herpes genitalis, penyakitnya sudah kronis dan sulit disembuhkan.
Sebelum gejala di atas muncul, ada tanda-tanda awal seseorang terinfeksi virus herpes simpleks, diantaranya  timbul gejala yang mirip penyakit flu seperti demam, sakit pada persendian, sakit kepala, nyeri otot dan ketidaknyamanan di daerah alat kelamin. Gejala ini dapat dirasakan selama berhari-hari. Setelah gejala awal itu muncul, selanjutnya akan timbul benjolan yang berisi cairan di daerah alat kelamin. Cairan ini kemudian akan pecah yang menimbulkan rasa sakit, bekas pecahan tersebut umumnya meninggalkan luka yang akan sembuh namun timbul jaringan parut. Intensitas gejala awal bervariasi tiap individu, pada sebagian orang mungkin gejalanya sangat parah dan berlangsung sampai tiga minggu jika tidak diobati. Gejala ini umumnya dapat disembuhkan dengan obat-obatan.
Penularan herpes genitalis bisa melalui kontak langsung baik dari kulit ke kulit, dari kelamin ke sekitar kelamin atau dari kelamin ke mulut. Penyebaran ini terjadi selama ada kontak seksual seperti hubungan seks. Virus ini menyebar ketika ada hubungan seksual selama masa timbulnya gejala.
Karena pada banyak orang yang terinfeksi tidak melihat tanda dan gejala penyakit herpes genitalis, maka seringkali penyakit ini sulit terdeteksi. Hal inilah yang menyebabkan virus herpes simpleks 2 menyebar tanpa disadari penderitanya. Penularan akan menjadi lebih besar jika ada lecet di kulit. Luka atau lecet di organ tubuh lain seperti bokong dan paha sama menularnya seperti di daerah genital dan harus dihindari.
Penularan masih sangat mungkin walaupun pada saat gejala dan tanda-tanda penyakit herpes genitalis tidak timbul. Karena itu hindari seks bebas, karena kita tidak bisa memastikan apakah pasangan seks kita terinfeksi virus herpes simpleks atau tidak. Jika saat ini Anda atau pasangan Anda tiba-tiba demam, maka merupakan ide yang baik untuk menjauhkan diri dari oral seks karena virus herpes simpleks dapat ditularkan ke daerah genital.Gambar Penularan Herpes Genitalis
Berlawanan dengan mitos yang dipercaya banyak orang, berbagi cangkir, handuk atau air mandi, dan kursi toilet bukan termasuk cara menularkan penyakit herpes genitalis. Hanya dengan kontak kulit pada orang yang terinfeksi, virus dapat ditularkan. Namun aktivitas normal seperti memeluk, berbagi tempat tidur, atau mencium tidak menjadi cara penularan herpes genitalis.
Jika Anda sudah terdiagnosis menderita herpes genitalis tidak berarti bahwa Anda tidak boleh melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda. Hanya saja, Anda harus mengetahui langkah yang tepat dalam berhubungan seksual agar tidak ada risiko penularan virus kepada pasangan Anda.
Penularan herpes genitalis akan berkurang jika Anda menggunakan kondom selama hubungan seksual. Anda beserta pasangan harus menghindari diri dari seks selama timbulnya gejala herpes genitalis, karena kemungkinan penularannya menjadi meningkat. Melakukan hubungan seksual pada saat terjadinya gejala sebenarnya mengganggu penyakit dan membuat virus bertahan lebih lama. Dalam beberapa kasus, jika kedua pasangan terinfeksi herpes genitalis, mungkin mereka setuju untuk tidak menggunakan kondom.
Share:

Penyakit Herpes Simplex


Salah satu penyakit kelamin yang sangat menular adalah penyakit herpes simplex. Penyakit ini sering ditularkan melalui hubungan badan dengan cara yang tidak aman. Menggunakan kondom merupakan salah satu pencegahannya, selain itu setia kepada pasangan menjadi pencegahan yang paling ampuh.
Penyakit Herpes SimpleksHerpes simplex adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex 1 (HSV-1) dan virus herpes simplex 2 (HSV-2). Infeksi kedua jenis herpes virus ini berbeda satu sama lain melihat tempat infeksi HSV 1 dan HSV 2 berbeda. Penyakit herpes simplex yang paling umum dan banyak orang yang terdiagnosis sejak masa kecil disebabkan oleh Virus penyakit herpes simplex tipe 1 (HSV-1), biasanya terkain dengan infeksi pada bibir, mulut, wajah. Virus herpes simplex tipe 1 ini sering menyebabkan luka (lesi) di dalam mulut, seperti luka dingin (lepuh demam), atau infeksi mata (terutama konjungtiva dan kornea). Hal ini juga dapat menyebabkan infeksi pada selaput otak (meningoencephalitis). Virus herpes simplex ditularkan melalui kontak dengan air liur yang terinfeksi. Pada orang dewasa 30 – 90% akan memiliki antibodi terhadap virus penyakit herpes simplex 1. Kemungkinan infeksi masa kanak-kanak lebih tinggi di antara mereka yang dengan status sosial ekonomi rendah. Pada virus penyakit herpes simplex 2 (HSV-2) biasanya menular seksual. Gejalanya termasuk ulkus kelamin atau luka. Namun, beberapa orang dengan HSV-2 tidak memiliki gejala.
Penyakit herpes simplex dapat menginfeksi dan menyebabkan kelainan janin. Seorang ibu yang terinfeksi penyakit herpes simplex dapat menularkan virus kepada bayinya pada saat melahirkan, terutama jika ibu memiliki infeksi aktif pada saat hamil. Namun, 60 sampai 80% dari infeksi penyakit herpes simplex diperoleh bayi baru lahir terjadi pada wanita yang tidak memiliki gejala infeksi HSV atau riwayat infeksi herpes genital. Dua pertiga orang dengan infeksi herpes simplex genital kambuh dengan beberapa gejala dan sepertiga memiliki tiga atau lebih recurrences (wabah) tiap tahun.
Virus herpes simplex jika sudah menginfeksi seseorang tidak akan pernah hilang dari tubuh, namun tetap aktif dan ketika telah pasif dapat aktif kembali kemudian menyebabkan berbagai gejala. Karena itu pengobatan terhadap penyakit herpes simplex ini sangat diperlukan.
Gejala Herpes Simplex
Herpes simplex yang sudah mengjangkiti seseorang akan ditandai dengan adanya kesemutan, rasa tidak nyaman atau rasa gatal yang dirasakan beberapa jam sampai 2-3 hari sebelum timbulnya lepuhan. Lepuhan yang dikelilingi oleh daerah kemerahan dapat muncul dimana saja pada kulit atau selaput lendir, tetapi paling sering ditemukan di dalam dan disekitar mulut, bibir dan alat kelamin. Lepuhan (yang bisa saja terasa nyeri) cenderung membentuk kelompok, yang bergabung satu sama lain membentuk sebuah kumpulan yang lebih besar.
Selain itu gejala herpes simplex lainnya bisa berupa lecet atau borok (paling sering terdapat di bibir mulut, gusi, dan alat kelamin), pembesaran kelenjar getah bening di leher atau selangkangan (biasanya hanya pada saat infeksi awal), demam lepuh (terutama pada episode pertama), lesi genital (mungkin akan ada sensasi terbakar atau kesemutan) dan lain-lain.
Virus Herpes Simplex dan virus HIV
Virus herpes simplex tidak termasuk infeksi yang mendefinisikan bahwa seseorang terjangkit penyakit AIDS. Namun orang yang terinfeksi HIV dan virus herpes simplex secara bersamaan lebih mungkin mengalami jangkitan herpes lebih sering. Jangkitan ini dapat lebih berat dan bertahan lebih lama dibandingkan dengan orang tidak terinfeksi HIV.
Luka yang diakibatkan oleh herpes simplex menyediakan jalur yang dimanfaatkan virus HIV untuk melewati pertahanan kekebalan tubuh, sehingga menjadi lebih mudah terinfeksi HIV. Sebuah penelitian baru menemukan risiko orang yang terinfeksi virus herpes simplex dan tertular HIV adalah tiga kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak terinfeksi virus herpes simplex. Sebuah penelitian lain menemukan bahwa mengobati penyakit herpes simplex dapat mengakibatkan penurunan yang bermakna pada viral load HIV. Namun penelitian lain menemukan bahwa mengobati penyakit herpes simplex tidak mencegah infeksi HIV baru.
Orang yang terinfeksi virus HIV dan virus herpes simplex secara bersamaan, sebaiknya sangat hati-hati waktu ada jangkitan virus herpes simplex. Pada saat terjangkit virus herpes simplex, viral load HIV-nya biasanya meningkat, yang meningkatkan risiko penularan HIV-nya pada orang lain. Dari sisi lain, mengobati penyakit herpes simplex pada orang dengan infeksi HIV dan HSV bersamaan dapat mengurangi viral load HIV. Pengobatan ini juga dapat mengurangi risiko menyebarkan HIV pada orang lain.
Penularan Herpes Simplex
Penularan herpes simplex terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang melempuh atau melalui cairan yang keluar dari  kulit yang melepuh atau melalui kontak seksual pada orang dewasa. HSV 1 juga bisa ditularkan melalui kontak sosial pada masa anak-anak. Prevelansi HSV 2 lebih tinggi pada kelompok HIV positif dan mereka yang melakukan hubungan seks tanpa kondom. Penularan dapat terjadi walaupun tidak ada luka HSV yang terbuka. Sebenarnya sebagian besar orang dengan HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi dan tidak sadar bahwa mereka dapat menyebarkannya. Justru, di negara maju seperti AS, hanya sekitar 9% orang dengan HSV-2 mengetahui dirinya terinfeksi. Berarti masih orang yang terinfeksi virus herpes simplex dan tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.
Pencegahan Penyakit Herpes SimplexGambar Penyakit Herpes Simpleks
Sebetulnya penyebaran virus herpes simplex sangat sulit dicegah. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang telah terinfeksi virus herpes simplex tidak tahu dirinya terinfeksi dan dapat menularkannya. Orang yang tahu dirinya terinfeksi virus herpes simplex pun mungkin tidak mengetahui bahwa mereka dapat menularkan infeksi walaupun mereka tidak mempunyai luka herpes yang terbuka.
Angka penularan penyakit herpes simplex dapat dikurangi dengan penggunaan kondom. Namun kondom tidak dapat mencegah semua penularan. Infeksi penyakit herpes simplex dapat menular dan ditulari dari daerah kelamin yang agak luas – lebih luas daripada yang ditutup oleh celana dalam – dan juga di daerah mulut. Para peneliti sekarang mencari vaksin untuk mencegah HSV. Satu calon vaksin menunjukkan hasil yang baik terhadap HSV-2 pada perempuan, tetapi tidak pada laki-laki. Belum ada vaksin yang disetujui untuk mencegah infeksi HSV, tetapi penelitian terhadap vaksin untuk HSV berlanjut terus.
Herpes simpleks adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan herpes kelamin atau luka demam di sekitar mulut. Kebanyakan orang yang terinfeksi HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi. HSV mudah menular dari orang ke orang waktu hubungan seks atau hubungan langsung yang lain dengan daerah infeksi HSV. Herpes simplex dapat menular walaupun luka terbuka tidak terlihat.
Sekali kita terinfeksi, kita tetap terinfeksi untuk seumur hidup. Orang dengan herpes simplex sekali-kali dapat mengalami jangkitan kulit melepuh yang sakit. Setelah setiap jangkitan selesai, untuk sementara infeksi menjadi laten atau tidak aktif. Orang dengan virus HIV mengalami jangkitan HSV yang lebih sering dan lebih berat.
Share:

Sembilan Jenis Virus Herpes Ditemukan pada Manusia


Virus herpes merupakan virus yang mudah menular, terutama kepada orang yang mempunyai penyakit pada kekebalan tubuhnya seperti penderita HIV. Beberapa virus herpes dikategorikan sebagai penyakit menular seksual dan penyebarannyapun melalui hubungan seksual.
Sembilan Jenis Virus Herpes Ditemukan pada ManusiaDari sekian banyak virus herpes, ada sekitar sembilan jenis virus yang ditemukan berada dalam tubuh manusia, jenis virus herpes tersebut diantaranya adalah:
1. Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1)
Demam, benjolan berisi cairan yang kemudian melepuh yang sering terdapat di wajah, mulut dan bibir merupakan gejala yang paling umum dari penyakit HSV-1. Penyakit ini juga dikenal sebagai Human Herpes Virus-1 (HHV-1).
Sebagian besar infeksi yang diakibatkan virus ini terjadi selama dua tahun yang awalnya virus setelah masuk ke dalam tubuh, kemudian menetap/bersembunyi di penghalang kulit yang ada di sekitar mulut atau di organ tubuh lainnya.
Bagi sebagian orang HSV-1 sering dianggap sebagai virus penyebab sakit panas dingin (demam) dan HSV-2 yang sering dianggap sebagai virus penyebab herpes genital. Karena hal itu, seringkali orang salah membedakan kedua virus tersebut. Para peneliti mendokumentasikan dalam literatur medis, meskipun belum dipublikasikan secara luas, bahwa HSV-1 setelah masuk ke dalam tubuh menyebabkan sakit panas dingin. Setelah panas dingin hilang, virus dengan mudah berpindah melalui kontak fisik barik oral maupun genital, yang kemudian menginfeksi herpes genital pada orang lain.
Selain menyebabkan luka yang terasa dingin dan mungkin bisa juga menyebar ke daerah genital, HSV-1 juga bisa menjadi penyebab penyakit saraf yang serius seperti penyakit Alzheimer, kelainan saraf wajah dan kelainan saraf. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa co-infeksi oleh HSV-1 dan HIV (human immunodeficiency virus) dapat meningkatkan aktivitas dari kedua virus pada pasien yang memiliki AIDS. Saat ini HSV-1 telah menginfeksi setidaknya 50% dari seluruh penduduk dunia.
2. Virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2)
Herpes simplex virus atau disebut juga dengan Human Herpes Virus-2 (HHV-2). HSV-2 ini adalah penyebab penyakit herpes genital, yang diklasifikasikan sebagai penyakit menular seksual. HSV-2 menjadi sebuah epidemi pada tahun 1980-an dan 1990-an, sebagian besar karena peningkatan seks yang tidak aman diantara para remaja. Menurut klasifikasinya  HSV-2 dan HSV-1 seringkali tidak bisa dibedakan kecuali dari gejala klinisnya yang berbeda. Namun, perbedaan ini sering tidak konsisten, karena kedua jenis virus herpes simpleks ini dapat menyebabkan lesi di mulut dan alat kelamin.
3. Herpes zoster virus (HZV)
Herpes zoster virus atau disebut juga dengan Varicella zoster virus (VZV) dan Human Herpes Virus-3 (HHV-3) adalah penyakit cacar air yang disebabkan oleh infeksi pada pertama kali dari HZV. Ketika virus ini masuk kembali kepada tubuh yang pernah terkena virus HZV, maka hal itu menyebabkan penyakit herpes zoster. Karena semakin penduduk dunia semain meningkat, semakin banyak juga orang yang menderita serangan herpetik neuralgia (nyeri saraf) sebagai akibat dari penyakit herpes zoster. Virus herpes jenis ini merupakan virus yang paling menular dibanding dengan jenis virus herpes lainnya. Populasi yang terinfeksi virus ini lebih besar sekitar 90% dibanding jenis virus herpes yang lain. HZV juga menjadi penyebab penyakit autoimun yang disebut lupus. Selain itu, saat ini wabah HZV menjadi indikator awal bahwa seseorang terinfeksi HIV.
4. Epstein-Barr virus (EBV)
Epstein-Barr virus atau disebut juga dengan Human Herpes Virus-4 (HHV-4) adalah penyebab utama dari infeksi mononukleosis. EBV juga bisa menjadi penyebab utama dalam penyakit sindrom kelelahan kronis dan gangguan lain dari sistem kekebalan tubuh. Selain itu, EBV juga telah dikaitkan dengan penyakit lupus, limfoma, kanker dan lain sebagainya. Saat ini EBV dianggap cukup merusak dan dapat menyebabkan mutasi genetik dalam tubuh.
5. Cytomegalovirus (CMV)
Cytomegalovirus  atau disebut juga  dengan Human Herpes Virus-5 (HHV-5) adalah virus yang dapat menyebabkan mononucleosis dan hepatitis serta masuk dalam kategori penyakit menular seksual. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa CMV memiliki peran dalam hubungannya dengan jenis virus lain dan menyebabkan timbulnya gen kanker.
Terjadinya CMV sangat berhubungan dengan penyakit pembuluh darah seperti penyakit arteri koroner dan aterosklerosis. Meskipun umumnya asimtomatik, CMV dapat berubah menjadi faktor kunci dalam pengembangan dan perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah, salah satu pembunuh yang paling terkemuka di semua negara maju. CMV menginfeksi sekitar 60% dari orang dewasa, tetapi lebih sering terjadi pada pria homoseksual dan para penderita AIDS.Gambar Sembilan Jenis Virus Herpes Ditemukan pada Manusia
Selain kelima jenis HHV diatas, ada juga jenis lainnya seperti dibawah ini:
6. Human Herpes Virus-6
7. Human Herpes Virus-7
8. Human Herpes Virus-8
9. Human Herpes Virus-9
Semua HHVs di atas berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, terutama penyakit AIDS. HHV-8 yang disebut dengan sarkoma kaposi terkait virus herpes manusia (KSHV), yang menyebabkan penyakit kanker kulit dan paling sering terjadi pada penderita AIDS.
Penemuan terbaru menunjukkan bahwa ada lebih banyak lagi virus herpes yang akan ditemukan terutama pada penderita AIDS. Virus herpes ini kemungkian besar akan berkembang setiap tahunnya. HHV-6 dan HHV-7 ditemukan pada sekitar 90% dari populasi dunia, pada kedua virus tersebut termasuk baru ditemukan, namun sudah menyebar pada populasi dunia.
Share:

Seputar Herpes Kelamin

Sekitar 90 persen orang yang terinfeksi herpes kelamin tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Karena selain gejalanya tidak disadari oleh penderita, penderita sering merasa bahwa pasangan seksualnya tidak berpenyakit. Padahal penyakit herpes kelamin ini mudah menular pada orang yang terbiasa bergonta-ganti pasangan seksual.
Seputar Herpes KelaminHerpes genital atau disebut juga herpes kelamin merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang ditakuti oleh banyak orang karena susah untuk disembuhkan. Hubungan seks yang sehat adalah cara mencegah penularan terbaik, sayangnya masih ada beberapa mitos yang beredar seputar herpes genital.
Herpes genital adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama di bagian kelamin (vagina, penis, termasuk di pintu dubur serta pantat dan pangkal paha) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS). Virus herpes terdiri atas dua jenis. Tipe 1 (HSV-1) biasanya menyebabkan herpes mulut, yakni infeksi pada bibir dan mulut. Ada pun gejalanya umumnya dikenal sebagai luka lepuh. Di masa lalu, HSV-1 tidak diketahui dapat menyebabkan herpes kelamin. Tapi, hal itu berubah, terutama di kalangan orang-orang yang mulai berhubungan seks di usia muda. Namun, dalam banyak kasus, herpes kelamin disebabkan oleh virus herpes tipe kedua (HSV-2).
HSV-2 tinggal di saraf. Ketika virus itu aktif, ia bergerak ke permukaan daerah yang terinfeksi (kulit atau selaput lendir) dan membuat salinan dari dirinya sendiri. Pada saat itu, virus-virus baru ini dapat menular pada orang lain. Kemudian, mereka melakukan perjalanan kembali melalui saraf ke ganglion (massa jaringan saraf), biasanya di dasar tulang belakang, dan tertidur untuk sementara waktu.
Gejala Herpes Kelamin
Gejala awal herpes kelamin biasanya mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi. Penderita merasa gatal pada bagian tubuh tertentu, kesemutan dan sakit. Lalu muncul bercak kemerahan kecil, diikuti sekumpulan lepuhan kecil terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka melingkar.
Luka yang terbentuk biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng (luka yang mengering). Selain itu, penderita mengalami kesulitan berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri. Luka baru akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut. Gejala lain berupa kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar. Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan tidak enak badan.
Secara medis, penyakit herpes kelamin belum ada obatnya, namun secara tradisional penyakit ini bisa disembuhkan. Walaupun begitu, pencegahan agar terhindar dari penyakit herpes kelamin menjadi hal yang penting sebelum semuanya terlambat.
Infeksi Awal Herpes Kelamin
Setelah terinfeksi virus herpes kelamin, virus herpes tidak memberi dampak apa-apa di dalam tubuh, tetapi dapat memberi berbagai rangsangan seperti stres, menstruasi, penggunaan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh dan kerusakan kulit dari panas, matahari atau bahan kimia. Seberapa sering virus herpes tersebut aktif akan bervariasi dari satu orang ke yang berikutnya.
Virus lolos respon kekebalan tubuh biasanya oleh serat saraf penetrasi. Sebagai sistem kekebalan tubuh yang bergerak dalam untuk mengendalikan infeksi, virus herpes kelamin menyembunyikan dirinya sendiri di dalam sel saraf dan cangkokan jauh dari tempat kejadian dengan menumpang pada sistem saraf transportasi khusus yang digunakan untuk memindahkan material dari satu ujung ke ujung.
Dengan cara ini virus herpes dibawa ke tubuh sel saraf dalam pembengkakan disebut ganglion yang terletak dekat dengan sumsum tulang belakang. Ketika mencapai tubuh sel, DNA virus akan ditambahkan bersama DNA sel saraf sendiri dalam nukleus. Pada tahap selanjutnya virus herpes kelamin mereproduksi dirinya sendiri menggunakan DNA virus yang tersembunyi dalam sel saraf. Partikel-partikel virus baru dirakit kemudian dikirimkan kembali ke serat saraf ke daerah kulit kemudian bertambah terus menerus (misalnya di sekitar bibir).
Mitos dan Fakta Seputar Herpes Kelamin
Karena kurangnya informasi seputar herpes kelamin, akhirnya sering timbul banyak mitos tentang penularan herpes kelamin yang beredar di masyarakat. Seperti dikutip dalam sebuah situs kesehatan, berikut ini 3 mitos dan fakta seputar herpes kelamin yang banyak beredar di masyarakat:
1. Mitos: Herpes genital bisa menular dari kursi toilet duduk
Fakta: Tidak ada bukti kasus penularan herpes kelamin dari kursi toilet. Virus herpes tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia atau di permukaan benda seperti kursi toilet dan virus mengering saat terkena udara. Penyakit menular yang ditularkan melalui hubungan seks tidak bisa ditularkan dari jalan-jalan ke mall atau toilet umum. Kalau betul begitu, pasti tidak akan ada orang yang mau jalan-jalan ke mall atau menggunakan toilet duduk umum.
2. Mitos: Orang yang sudah terinfeksi herpes kelamin tidak bisa berhubungan seks lagi
Fakta: Orang yang sudah terbukti terinfeksi herpes kelamin masih dapat terus melakukan hubungan seksual, tetapi dengan satu syarat yaitu menggunakan kondom. Yang terpenting, hindari kontak langsung dengan luka herpes, baik secara oral maupun genital. Namun dalam kasus tertentu herpes kelamin bisa tidak menimbulkan gejala. Karena tidak bergejala inilah, menyebabkan para penderita herpes kelamin ketika melakukan hubungan seksual, tidak menggunakan kondom. Sehingga penyakit herpes kelamin bisa menyebar.Gambar Seputar Herpes Kelamin
3. Mitos: Herpes di mulut berbeda dengan herpes genital
Fakta: Herpes di mulut (cold sore) merupakan salah satu bentuk herpes, yang juga sama dengan herpes kelamin. Kedua herpes tersebut disebabkan oleh virus herpes simplex (VHS). Orang dapat terinfeksi herpes genital jika melakukan hubungan seks oral dengan orang yang sudah terinfeksi herpes oral atau di mulut. Infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain jika herpes melepuh atau mengalami kontak langsung seperti tersentuh. Karena itu lakukan hubungan seksual yang aman atau bahkan hindari seks bebas.
Pencegahan Herpes Kelamin
Penggunaan penghalang lateks (kondom atau bendungan gigi) saat berhubungan seks dapat melindungi Anda atau pasangan dari penularan penyakit ini. Tetapi, kondisi ini hanya mencakup area di mana virus sedang berkembang biak. Hindari seks jika Anda atau pasangan memiliki luka yang terlihat pada alat kelamin. Selain itu, jangan menerima seks oral dari seseorang yang memiliki luka di mulutnya. Sangat penting untuk mengetahui bahwa virus herpes kelamin dapat menular, bahkan ketika tidak ada gejala yang terlihat.

Share:

Mengenal Virus Herpes Simplex

Virus herpes simplex (HSV) merupakan penyebab umum dari infeksi pada kulit dan selaput lendir. Infeksinya pada tubuh berbentuk bulat kecil bersisi cairan lepuh dan mudah pecah yang biasanya berada disekitar mulut dan alat kelamin. Virus ini menginfeksi lebih dari 40 juta orang Amerika dengan usia antara 15 sampai 75 tahun. Dalam kasus tertentu yang lebih ekstrim, infeksi dapat muncul di dalam atau disekitar mata, esofagus, trakea, otak, lengan dan kaki.Mengenal Virus Herpes SimplexVirus herpes simplex termasuk salah satu penyakit yang mudah menular, sehingga hal ini sangat mempengaruhi pada kesehatan manusia secara global. Penularan yang paling umum melalui berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi virus herpes simplex. Selain mudah menular, HSV termasuk salah satu penyakit yang bisa kambuh kembali jika tidak diobati.Setelah memasuki tubuh melalui transmisi oral atau genital, HSV menembus sel-sel saraf (neuron sensorik primer) di lapisan bawah jaringan kulit manusia dan diam di inti sel, hal ini dapat menyebabkan hancurnya sel inang. Setelah sel-sel saraf hancur, maka timbul lecet dan peradangan di daerah dimana terjadi kontak virus seperti pada mulut atau alat kelamin. Setelah seseorang terinfeksi virus sekitar 3 sampai 14 hari, partikel virus yang dibawa dari kulit melalui cabang-cabang sel-sel saraf ganglia, di mana virus masih dalam bentuk laten maka virus akan terlihat lebih aktif.Jenis Virus Herpes SimplexAda dua jenis yang berbeda dari virus herpes simplex ini, yaitu herpes simplex virus tipe-1 (HSV-1) dan herpes simpleks virus tipe-2 (HSV-2). HSV 1 umumnya menginfeksi daerah mulut sedangkan untuk HSV-2 di sekitar daerah kelamin, namun begitu sangat mungkin untuk menularkan virus ini ke daerah lain dari tubuh, jika penyakit herpes ini tidak segera disembuhkan.HSV 1 biasanya muncul di bibir yang ditularkan melalui kontak kulit dengan penderita herpes. HSV 1 termasuk penyakit yang sangat umum yang mengjangkiti 1 dari setiap 1.000 orang. HSV 1 biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi jika terjadi gejala, biasanya gejala tersebut bisa sangat menyakitkan. Gejalanya berbentuk melepuhnya bibir yang terkadang terdapat juga di lidah, rasa nyeri terjadi akibat luka lecet pada bagian yang melepuh. Gejala ini berlangsung antara 3 sampai 14 hari. Pada anak-anak, infeksi disertai dengan air liur meningkat dan napas berbau tidak sedap.Jika tidak segera diobati, tingkat kekambuhan HSV-1 adalah sekitar 20 sampai 40%, sedangkan tingkat kekambuhan HSV-2 jauh lebih tinggi yaitu sekitar 80%. Pada pria kekambuhan virus herpes simplex bertambah menjadi 20%  atau lebih bila dibandingkan dengan wanita, meskipun gejala herpes pada laki-laki lebih ringan dan lebih pendek.HSV 2 disering disebut juga dengan herpes genitalis, karena infeksi yang terjadi terdapat pada organ kelamin. Di negara maju seperti Amerika, ada sekitar 45 juta orang (satu dari empat) diperkirakan terinfeksi dengan virus. Virus ini paling sering ditularkan melalui hubungan seksual, dan mungkin menyebar ketika seseorang merasa tubuhnya sehat, karena terkadang tanpa gejala.Infeksi primer terjadi di sekitar daerah genital dimulai dari 2 sampai 8 hari setelah terinfeksi virus. Gejala seperti lemas, demam, sakit kepala, nyeri saraf, gatal, nyeri perut bagian bawah, kesulitan buang air kecil, dan keputihan (pada wanita) adalah karakteristik gejala yang sering disertai pecahnya lesi pada kulit. Lesi yang diakibatkan oleh adanya virus terkadang tidak sepenuhnya berada pada alat kelamin, tetapi seringkali terdapat juga di bawah pinggang, disekitar anus dan bisa juga pada punggung bagian bawah atau paha.HSV Pada Wanita dan PriaGambar Mengenal Virus Herpes SimplexWanita yang terinfeksi virus herpes simplex biasanya mengalami lesi sekitar lubang vagina, di vagina, di sekitar anus, atau pada leher rahim. Lesi memborok yang kemudian menjadi penuh dengan cairan, yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, dan infeksi biasanya aktif selama enam minggu dan sebagian besar menyakitkan. Perempuan juga tampaknya berada pada risiko lebih besar tertular penyakit ini, mungkin karena peningkatan risiko untuk pasangan reseptif. Alasan lain untuk risiko yang lebih besar adalah jika wanita tersebut sebelumnya tidak memiliki HSV-1. Hal ini diyakini bahwa infeksi sebelum sebagian akan mencegah infeksi dengan HSV-2.Pria yang terinfeksi virus herpes simplex untuk pertama kalinya biasanya tidak memiliki gejala, sekalipun ada biasanya hanya berupa ketidaknyamanan saat kencing, itupun hanya sebentar. Selanjutnya pria yang terinfeksi akan memiliki lepuh kecil yang membentuk luka terbuka dan terdapat di ujung atau batang penis. Hal ini dapat berlangsung selama kurang lebih dua minggu, selain itu akan ada rasa terbakar saat buang air kecil atau ketika mengeluarkan cairan bening dari penis. Gejala lainnya seperti pembesaran kelenjar getah bening, demam, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot, kesemutan, gatal atau sensasi terbakar pada penis satu sampai dua hari sebelum adanya lecet dan luka yang terlihat.

Share:

Ciri-ciri Penyakit Herpes

Ciri-ciri penyakit herpes yang mudah dikenali adalah timbulnya bulatan-bulatan kecil berisi cairan bening. Cairan ini bila pecah dan dibiarkan sampai kering akan terlihat seperti koreng. Karena penyakit herpes merupakan penyakit yang mudah menular, maka sebaiknya segera diobati sebelum menyebar lebih parah.
Ciri-ciri Penyakit HerpesPenyakit herpes merupakan penyakit yang meradang pada kulit dan biasanya muncul gelembung yang berisi air dan berkelompok. Penyakit Herpes terdiri dari dua macam yaitu herpes zoster, penyakit herpes yang menyerang kulit. Dan herpes genitalis adalah penyakit herpes yang merupakan salah satu penyakit kelamin. Ciri-ciri herpes ini yaitu rasa sesak nafas, demam, mengigil, sendi terasa nyari, pegal hanya pada satu bagian tubuh saja.
Biasanya ciri-ciri penyakit herpes lainya yang menyerang penderita penyakit herpes kadang merasa dirinya terserang usus buntu, migraine atau serangan jantung. Kemudian akan muncul gelembung kecil di daerah punggung tetapi pada 1 sisi saja yaitu pada daerah persarafan tertentu. Gelembung tersebut terasa nyeri dan bisa pecah sehingga dapat terinfeksi oleh bakteri.
Gelembung yang terasa nyeri tersebut sebagai ciri-ciri penyakit herpes, juga dapat muncul pada area mata, dahi dan sekitar genital dan hanya muncul pada 1 sisi tubuh. Serangan penyakit herpes dapat terjadi sekaligus  pada beberapa area persarafan yang menyebabkan perluasan penyakit herpes ke bagian tubuh yang lain hingga ke kepala.
Tetapi pada umumnya ciri-ciri penyakit herpes dan penyakit herpes hanya menyerang area persarafan di daerah dada. Agar tidak dimasuki kuman dan tidak menimbulkan bekas maka sebisa mungkin menjaga agar gelembung pada kulit tersebut tidak pecah dengan menggunakan bedak talek yang dapat melicinkan kulit.
Biasanya beberapa hari kemudian, gelembung pun akan mengempis karena tubuh yang menyerapnya dan akan ada bekas hitam pada kulit. Jika penderita penyakit herpes tahan terhadap dingin maka boleh saja mandi.Gambar Ciri-ciri Penyakit Herpes
Pada umumnya penyakit herpes menular melalui kontak langsung. Bahkan untuk herpes zoster dapat menular melalui udara namun daya tularnya tidak sekuat cacar air. Jika ada orang yang tertular penyakit herpes zoster, biasanya ciri-ciri penyakit herpes awalnya terkena cacar air dulu walaupun dia belum pernah sakit cacar air.
Penyakit herpes saat ini bisa disembuhkan melalui metode pengobatan tradisional. Seperti yang dilakukan oleh Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin, yang sudah lama menyembuhkan para penderita penyakit herpes. Anda bisa mengunjungi situs resminya di www.djamilah-najmuddin.com untuk melihat bukti-bukti hasil laboratorium pasien yang sudah sembuh. Jadi, tak perlu ragu untuk berkunjung dan mengobati penyakit yang Anda derita.
Share:
Powered by Blogger.

betapa indahnya dirimu

kupu-kupu tidak tahu warna sayap mereka
tetapi banyak orang beranggapan bahwa betapa indanya mereka
sama seperti dirimu juga,kau tidak tahu betapa indahnya dirimu
tetapi di mata allah kau sangatlah indah dan di mataku juga
oleh karena itu jangan lah kau bersedih dan jangan pula merasa lemah
karena dia selalu di sampingmu

sempurna tapi tak ada yang sempurna

  • di dunia tak ada yang sempurna
  • manusia pasti akan mendapatka cobaan dan ujian
  • waktu yang akan mereka habiskan
  • waktu yang telah lewat tak akan bisa di temuakan kembali

Total Pageviews

Powered By Blogger

motivasi

motivasi

apa yang anda ingi ketahui saat ini?

Translate

Cari Blog

Entri Populer

Blogger templates